Mungkin rekan-rekan Black Community sering bahkan tak pernah terpisah dengan benda-benda seperti uang, handphone, atau remote control. Sekilas benda-benda tsb memang terlihat bersih, namun kenyataannya sedikit berbeda. Salah satu contoh yaitu uang. Mungkin rekan-rekan Black Community setiap hari menggunakan uang untuk membeli sebungkus Djarum Black atau barang lainnya. Dari transaksi jual beli tsb maka uang akan sering berpindah dari tangan satu ke tangan yang lainnya. Akibat terlalu sering berpindah tangan akan sangat memungkinkan banyak bakteri yang juga ikut berpindah.
Seperti dikutip dari Health, berikut ini ada 10 benda paling kotor yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari:
1. Uang
semua orang suka uang, tapi pastinya tidak akan ada yang suka dengan bakteri di dalamnya. Menurut Dr Darlington dari the Health Commissioner of New York, sekitar 135.000 bakteri ada pada uang, terutama uang kertas.
2. Tombol lampu
Biasanya orang terakhir atau pertama masuk di ruangan adalah yang paling sering bersentuhan dengan tombol lampu. Bakteri sangat senang hidup di area yang banyak disentuh oleh banyak orang itu. Menurut ahli sanitasi, dalam setiap inci tombol lampu ada sekitar 217 bakteri yang bisa berpindah dari tangan ke tangan.
3. Keyboard komputer
Sebuah studi di Inggris pernah menyebutkan bahwa bakteri yang ada di keyboard komputer lebih banyak daripada bakteri yang ada di toilet. Untuk itu sebaiknya bersihkan keyboard secara rutin dengan alat khusus pembersih keyboard atau bisa juga dengan menggunakan lap basah.
4. Handphone/ponsel
Ponsel adalah barang yang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari. Akibat tidak lepas itu, maka ponsel dijadikan tempat favorit bagi ribuan bakteri untuk menetap. Bakteri suka menempel pada ponsel karena temperaturnya yang hangat dan cocok untuk pertumbuhannya. Untuk menghindarinya, saat ini sudah ada pelapis anti mikroba untuk ponsel yang bisa melindungi ponsel dari bakteri dan mengurangi risiko bakteri menempel di wajah dan tangan Anda.
5. Tempat duduk toilet
Meski terlihat bersih dan licin, tapi permukaan tempat duduk toilet yang terbuat dari porselin sangat berpotensi sebagai tempat berpindahnya virus, bakteri dan penyakit-penyakit tertentu. Data statistik menunjukkan, terdapat 295 bakteri dalam setiap inci permukaan tempat duduk toiletnya.
6. Kereta belanja
Berbelanja menggunakan kereta belanja memang lebih mudah dan mengasyikkan, tapi menurut peneliti dari University of Arizona, kereta belanja mengandung bakteri, air liur, dan bahan-bahan menjijikkan lainnya yang lebih banyak daripada eskalator, telepon umum bahkan kamar mandi umum.
7. Remote control
Seberapa sering Anda menumpahkan makanan pada remote control dan tidak membersihkannya? Lewat remote control, bakteri MRSA, SARS dan bakteri lainnya bisa masuk ke dalam tubuh. Jangan biarkan remote control menjadi ancaman saat Anda sedang asyik menonton TV.
8. Bak mandi
Bak mandi adalah bagian dalam rumah yang sering terlupakan. Ketika ada seseorang dalam keluarga yang terkena penyakit infeksi staphylococcus, infeksi saluran kemih, pneumonia, septicemia atau penyakit kulit, baru disadari bahwa bak mandi adalah sarangnya bakteri.
Percaya atau tidak, bakteri yang tergenang di dalam bak mandi lebih berbahaya daripada bakteri yang ada di dalam lubang toilet. Membersihkan bak mandi seminggu sekali bisa mengurangi risko penyakit yang tidak diinginkan.
9. Wastafel dapur
Dapur adalah tempat paling kotor diantara semua bagian rumah lainnya, apalagi bagian wastafelnya. Ada sekitar 500.000 bakteri yang terdapat pada setiap inci wastafel. Untuk mengatasinya, cobalah membersihkan wastafel dengan setengah cangkir baking soda dan setengah cangkir cuka. Setelah itu, jangan lupa siram dengan air untuk mendapatkan wastafel yang bersih dan higienis.
10. Spons untuk mencuci
Alat untuk mencuci piring ini adalah barang yang sangat nyaman dijadikan tempat berkembangnya bekteri karena memiliki kelembaban yang tinggi dan pori-pori yang kecil. Salah satu cara ampuh untuk menghilangkan bakteri dari barang ini adalah dengan memanaskannya dalam microwave selama 60 detik.
Penemuan ini tentu saja bukan untuk menakut-nakuti orang tapi sekedar mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan termasuk benda-benda kecil yang kerap kita anggap remeh.
Selengkapnya...
Tuesday, February 2, 2010
10 Benda Kotor Yang Tampak Bersih
Thursday, December 3, 2009
Lomba Desa (2)
Melanjutkan Black In News sebelumnya yaitu lomba desa. Seperti gambar di samping 3R (Reuse Reduce & Recycle), maksudnya memanfaatkan sampah rumah tangga khususnya sampah organik menjadi pupuk kompos. Jadi selain menjaga kebersihan lingkungan dan menanam bunga, pada lomba desa ini para warga diberi penyuluhan tentang bagaimana memanfaatkan sampah menjadi kompos. Hal ini supaya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga sampah tidak terbuang sia-sia dan tidak dibakar, karena kalau dibakar akan menimbulkan polusi udara. Selain itu kompos yang dihasilkan juga bisa dimanfaatkan untuk menanam bunga.Disini ada 2 cara yang digunakan untuk membuat kompos. Pertama dengan menggunakan "Keranjang Sakti", disebut keranjang sakti karena keranjang ini mempunyai kesaktian untuk mengubah sampah menjadi pupuk (Ga BGT :D). Keranjang ini berisi sekem(baca: kulit gabah) dan kompos yang sudah jadi. Caranya dengan membuat lubang/galian di tanah berbentuk setengah bola. Dan secara berurutan di atasnya ditaruh sekem, kompos yang sudah jadi, dan sampah organik. Kemudian ditutup kembali dengan kompos, sekem, dan tanah. Ditunggu sampai seminggu, kalau berhasil sampah tsb juga akan berubah menjadi kompos. Kalau dilihat dari kesaktiannya, kira-kira "Keranjang Sakti" ini bisa ikut Blackinnovationawards apa nggak ya? Hehee.


Yang kedua dengan menggunakan tabung besar seperti gambar di bawah. Caranya sangat mudah, yaitu hanya dengan memasukan sampah-sampah organik ke dalam tabung tsb. Kemudian pada waktu-waktu tertentu disiram dengan air supaya kondisi sampah tetap basah. Sehingga sampah cepat membusuk dan makhluk-makhluk seperti mikroba cepat menguraikan sampah menjadi kompos.


Selengkapnya...
Lomba Desa (1)
Sesuai dengan judulnya, Black In News kali ini membahas tentang lomba desa yang diadakan oleh Pemprov Jatim. Memang beritanya agak expired, karena lomba tsb berakhir pada Januari 2009. Tapi menurut informasi dari Pak Eko (pegawai pemda Mojokerto) bahwa untuk lomba desa ini akan dilanjutkan ke tingkat nasional dan penilaian akan berlangsung selama 3 bulan mulai November kemarin.
http://www.jatimprov.go.id
KOTA MOJOSARI MANTAPKAN PERSIAPAN ADIPURA
Cetak Oleh : kabupaten mojokerto
Selasa, 20 Januari 2009
.....Dalam kesempatan itu diberikan trofi dan piagam bagi pemenang lomba desa dengan juara I Ds. Jotangan, II Kel. Sarirejo, III Ds. Tunggal Pager...
Yups, ternyata Ds. Jotangan tempat aku tinggal jadi juara I. Tepatnya di Gang Mawar RT 04 Dsn. Kemloko yang diikutkan lomba. Dan kebetulan bapakku yang jadi Pak RT-nya (ga penting :D). Berikut adalah sedikit priview dari gang yang dilombakan tsb.
Setiap depan rumah ditaruh bunga-bunga sehingga terlihat indah, tapi jalannya agak kotor karena belum disapu. Dan cewek yang berdiri disamping itu adalah adikku :D.
Selain bunga juga dipasang tempat sampah, yang kuning untuk sampah kering dan yang hijau untuk sampah basah.Alhamdulillah sejak ada lomba desa ini, para warga khusunya di RT 04 bertambah semangat dalam menjaga kebersihan dan menanam bunga di sepanjang Gang Mawar ini. Selain itu gang ini juga menjadi percontohan bagi desa-desa yang lain. Mungkin ini lah salah satu wujud nyata dari Pemprov dalam kampanye kebersihan. Melalui lomba ini menghimbau kepada masyarakat supaya senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan penghijauan. Kalau rekan-rekan Black Motor Community atau Black Car Community lagi jalan-jalan ke Mojosari bisa mampir ke sini untuk cek ke TKP. Hehee
Selengkapnya...
Thursday, November 26, 2009
Sungai Impian
Sungai yang bersih, jernih nan indah tanpa bau yang menyesakkan dada. Mungkin saat ini itu hanya sebuah impian belaka. Untuk itu melalui Black In News kali ini kita akan sedikit berbicara tentang lingkungan, khususnya kebersihan sungai. Lihat saja foto sungai dibawah ini! Salah satu cermin sungai di Indonesia yang sudah multifungsi. Selain sebagai saluran air atau pencegah banjir sungai ini juga berfungsi sebagai tempat pembuangan sampah dan limbah rumah tangga. Air hasil mencuci atau mandi semuanya ditampung di sungai tsb.
Tata ruang dan sistem sanitasi yang tidak terkendali, mungkin ini salah satu yang menjadi penyebab utama. "Dan bagaimana mengatasi permasalahan ini?"
Pertanyaan tsb tidak akan menjadi retoris kalau Pemkot dan masyarakat bisa saling bekerjasama dan memiliki kesadaran tentang memelihara kebersihan terutama sungai-sungai yang berfungsi sebagai pencegah banjir.
Semuanya harus dimulai dari yang kecil, dari masing-masing individu dan secara bertahap. Contoh saja seperti tidak membuang sampah di sungai. Kalau perlu melalui event-event seperti Autoblackthrough goes to campus atau Blackinnovationawards goes to campus juga bisa diselipkan sedikit kampanye tentang kebersihan. Memang sederhana, tapi kalau dimaksimalkan manfaatnya bisa menjadi luar biasa. Teringat kata-kata guru SMK-ku, "Anak TK saja kalau habis makan langsung lari ke tempat sampah buat buang bungkusnya". Bandingkan dengan mereka yang umurnya lebih dewasa, dimana mereka makan, disitu sampah dibuang. Memang ironis, tapi itulah kenyataan..jpg)
Seorang ibu-ibu berjalan diatas sungai penuh dengan sampah dengan bau yang sangat menyengat.
Sungai ini berada di Surabaya tepatnya di Kalidami atau biasa disebut sungai Kalidami.(Silahkan cek ke TKP)
Bau menyengat dari sungai ini sudah tidak asing lagi bagiku yang setiap hari aku lewati saat berangkat kuliah atau ke kantor.
Selengkapnya...

